My Kampung Pura Bojonggede, Bogor

dedicated to our village

Andy Soraya Ingkar Janji

Foto:Nur Ichsan/Warta Kota

PEMAIN film dan sinetron, Andy Zuraya alias Andy Soraya (31), mengingkari janjinya. Sampai Senin (30/8) sore, Aya — panggilan Andy Soraya — tidak menampakkan batang hidungnya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan. Aya mengaku belum siap menyerahkan diri ke kejaksaan untuk menjalani kurungan penjara selama tiga bulan. Dia tak tega meninggalkan kedua anaknya.

Semula, sesuai janjinya, Aya akan menyerahkan diri ke Kejari Jaksel, kemarin, menyusul tiga kali panggilan kejaksaan yang tidak bisa ia penuhi. Kepala Kejari Jaksel, M Yusuf, saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Rambai I, Kebayoran Baru, Senin, mengatakan, pihaknya terus melakukan konfirmasi dengan pengacara Aya, Priatna Abdurrasyid.

“Hari ini (kemarin-Red) dia (Aya) berjanji akan menyerahkan diri. Kalau tidak menyerahkan diri, ya kita kejar dan segera kita lakukan penangkapan,” kata Yusuf. Sampai Senin sore, pihaknya masih menunggu Aya untuk menepati janjinya seperti yang tertulis pada surat permohonan penundaan eksekusi yang dikirimkan pada Selasa (24/8) pekan lalu.

Kepastian Aya tidak memenuhi janjinya diungkapkan Tata Liem, manajer Aya. Saat dihubungi melalui telepon, Tata menjelaskan bahwa ibu dua anak itu tidak datang karena masih menyelesaikan syuting film televisi (FTV)-nya di Bali. “Belum pasti hadir karena Mbak Andy masih di luar kota,” jelas Tata Liem kemarin siang.

Sementara itu, Senin sekitar pukul 17.00-18.00, Aya melakukan jumpa pers di Kantor Komnas Perlindungan Anak (PA) di Pasarrebo, Jakarta Timur. Dia didampingi Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait. Saat menceritakan kasus yang dialaminya, Aya menangis dan mengaku siap menjalani tiga bulan kurungan penjara di LP Pondokbambu, Jakarta Timur.

“Saya tidak takut menjalani proses hukum. Saya orang yang bertanggung jawab,” kata Aya seperti dilansir Warta Kota. Dia siap menjalani hukumannya akibat aksi koboinya dengan melemparkan gelas kepada Sri Sukaesih di diskotek Second Floor, Kemang, Jakarta Selatan, November 2007.

“Kalau saya menjalankan sesuatu pasti saya jalanin. Tapi tolong, semua itu ada step-stepnya. Berilah saya kesempatan,” ujar Aya yang tidak bisa tenang lantaran kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA) itu. Aya ingin, sebelum masuk penjara, dirinya sudah mendapat pengasuh dua anaknya itu.

Sikap Aya yang seakan-akan siap masuk bui itu juga dibenarkan pengacaranya, Priatna Abdurasyid.

Arist meminta kejaksaan memberikan waktu pelaksaan eksekusi untuk Aya. “Sebaiknya dilakukan setelah Lebaran, sambil mempersiapkan mental anak-anaknya,” kata Arist.

Mantan Ketua Komnas PA Seto Mulyadi yang sebelumnya dihubungi Aya menuturkan, Aya belum siap menjalani penahanan karena faktor anak-anak. “Karena ini bukan narkoba, hukuman itu harus dipertimbangkan karena adanya anak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Jaksel, Munif SH, mengatakan, penjemputan paksa terhadap pemain film Hantu Datang Bulan itu akan dilakukan dalam waktu satu sampai dua hari hingga maksimal seminggu ke depan.

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: