My Kampung Pura Bojonggede, Bogor

dedicated to our village

Gerbong Wanita Tidak Steril

Foto:Soewidia Henaldi/Warta KotaGERBONG khusus wanita yang disiapkan PT Kereta Api Indonesia ternyata belum steril dari penumpang laki-laki. Buktinya, pria masih leluasa berada di dalam gerbong kaum hawa itu.

Padahal sejumlah pengumuman tentang gerbong wanita banyak ditempel di luar dan di dalam gerbong. Namun, hingga kini masih banyak penumpang laki-laki yang melanggarnya. Ironisnya, petugas keamanan yang ditempatkan di gerbong tersebut juga tidak melakukan tindakan apa pun terhadap penumpang itu.

“Harusnya petugas keamanannya menegur penumpang laki-laki itu dong. Jangan didiamkan, ya gimana mau sukses program ini kalau tidak ada tindakan tegas dari petugasnya,’ ujar Reni (24), salah satu penumpang KRL Ekonomi AC tujuan Jakarta seperti dilansir Warta Kota.

Pantauan Warta Kota, Selasa (24/8) pagi menunjukkan dua gerbong khusus wanita untuk KRL Ekonomi AC jurusan Bogor-Jakarta itu dijaga oleh dua petugas keamanan. Terdiri dari seorang wanita dan petugas laki-laki. Petugas wanita mengenakan seragam satpam, sedangkan petugas laki-laki mengenakan baju safari warna biru. Hampir sebagian besar penumpang di gerbong tersebut adalah wanita.

Sebagian dari penumpang wanita terpaksa berdiri karena tempat duduk sudah terisi, sedangkan penumpang lainnya memilih menggelar koran untuk duduk di lantai gerbong. Di bagian belakang gerbong yang berdekatan dengan ruang masinis, seorang pria terlihat berdiri di pojokan gerbong sambil sibuk berbincang lewat telepon selular.

Satu meter dari laki-laki itu, seorang pria berpakaian safari biru juga berdiri dekat dengan pintu. Belakangan diketahui pria tersebut adalah petugas keamanan internal PT KA yang ditempatkan di gerbong khusus wanita itu. Namun, sampai kereta bergerak, petugas tidak menegur penumpang yang salah gerbong itu.

“Liat saja sendiri. Penumpangnya enggak ngerti, eh petugasnya juga diem saja. Nanti sampai stasiun berikutnya tambah banyak penumpang laki-laki di gerbong wanita,” kata Liana, salah satu penumpang.

Petugas yang ada justru aktif mengusir pedagang laki-laki yang berada di gerbong wanita, namun penumpang laki-laki tetap dibiarkan.

Empat menteri

Kepala Stasiun KA Bogor Agus Sutardiman, mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi mengenai keberadaan gerbong khusus wanita ini. Diakuinya, masih banyak penumpang laki-laki yang belum mengetahui tentang keberadaan gerbong wanita itu. “Wanita juga begitu, banyak yang belum tahu terus duduk di gerbong yang banyak laki-laki,” ujarnya.

Karena itu katanya, setiap hari petugasnya terus melakukan sosialisasi mengenai gerbong wanita ini.”Kita tidak boleh main-main, keberadaan gerbong wanita ini ditandatangani empat menteri,” tukasnya.

Saat ditanya keberadaan petugas keamanan di gerbong tersebut, Agus menjelaskan untuk satu gerbong ditempatkan dua petugas keamanan wanita dan satu pria.”Untuk pria ditempatkan di sambungan kereta,” katanya.

Yuli warga Cipayung Depok menuturkan, banyak penumpang laki-laki yang memang belum tahu gerbong khusus wanita. Akibatnya mereka salah masuk.

“Kalau sudah begitu, ya kita sorakin ramai-ramai. Biasanya sih mereka terus keluar atau beringsut pindah gerbong. Kalau penumpang perempuan kompak, saya yakin gerbong akan stiril. Masak sih enggak malu disorakin ibu-ibu,” tutur ibu dua anak yang tiap hari menggunakan jasa KRL ini.

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: