My Kampung Pura Bojonggede, Bogor

dedicated to our village

History of My Kampung

MANTAN Menteri Dalam Negeri Rudini (almarhum) dulunya meresmikan Perumahan Pura Bojonggede (My Kampung) sebagai basis hunian para PNS di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Namun kini, tak cuma para PNS, tapi berbagai kalangan pekerja atau profesi ikut “numplek”.

Sebagian pendatang tahu keberadaan My Kampung dari batu besar semacam prasasti yang di atasnya ada tandatangan mantan Menteri Dalam Negeri Rudini, pada 20 Maret 1992. Sekarang ini Agustus 2010, berarti sudah cukup lama atau berusia 18 tahun lebih sekian bulan.

Batu besar semacam prasasti tersebut letaknya di Bundaran, atau sekitar 100 meter di bagian depan setelah melewati pintu masuk My Kampung. Setelah melewati pintu masuk, dari jalan di sebelah kiri kita akan melewati sejumlah kedai pakaian dan makanan, Klinik Kebidanan, bengkel motor, dan sesampai di ujung atau hok, prasasti itu ada di muka seberang jalan.

Batu prasasti itu berada di ujung muka Bundaran. Bundaran itu jika diibarat sebuah bola, batu prasasti tadi letaknya di ujung. Di tengah Bundaran ada sebuah pohon Beringin rindang, mungkin dulu ditanam sebagai lambang Kopri atau lambang Partai Golkar sekarang ini. Ini juga menandakan begitu kuatnya masa lalu akan atribut partai berkuasa menanamkan ideologinya.

Keberadaan batu prasasti itu akan mudah dilihat pada pagi atau siang hari. Namun menjelang malam, batu prasasti tadi ada di bagian belakang penjual martabak. Yah, kalau malam hari di sisi Bundaran dipenuhi para pedagang makanan. Semua makanan tersedia, mulai dari ala Barat seperti fried chicken, bubur ayam, sate padang, pikis, martabak, cimol, gorengan pisang-tahu-tempe, hingga pecel lele, kecuali asinan Bogor belum ada.

Di seberang batu prasasti, akan terlihat sebuah masjid mega. Namanya Masjid Al Mutaqin. Menurut kabar masjid itu dibangun dari bantuan yayasan mantan Presiden Soeharto (almarhum). Di sisi kiri masjid ada jalan menuju ke rumah-rumah dengan type besar seperti T-54 atau di atasnya.

Dari sisi batu prasasti tadi, jika kita bergeser ke kanan jalan, akan menuju ke Blok K, M, N, R, Q, dan Blok P yang ada paling akhir di dekat Desa Nanggela. Sebaliknya jika kita bergeser ke kiri jalan akan menuju ke Blok D, C, B, dan A.

Yang mengherankan, setelah cukup lama menetap di My Kampung, ternyata ada masalah. Berikut sebuah surat pembaca yang disampaikan oleh Sunarto, SH, MSi, Sekretaris Ikatan Keluarga Departemen Dalam Negeri, di Harian Pelita.

Mohon Perhatian Mendagri dan Bupati Bogor
20 Mar 2010 (Opini Pelita)

Kami adalah warga komplek perumahan Korpri Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Pura Bojonggede. Kabupaten Bogor. Jawa Barat (Jabar). Dan sebelumnya kami Juga pernah menyampaikan surat pembaca melalui Harian Pelita. Namun kami terpaksa mengulangi kembali untuk membuat surat pembaca di harian yang sama, dengan harapan akan mendapat perhatian dari Bapak Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Gama-wan Fauzi dan Bapak Bupati Bogor.

Adapun hal-hal yang ingin kami sampaikan anlara lain menyangkut kepemilikan tanah atau lahan yang kami tempati Sebab sampai sejauh ini. status tanah yang kami tempati belum Jelas. Padahal kami menempati kawasan (ni sudah puluhan tahun. Kami juga melaksanakan iuran dan segala macam bentuk pungutan, seperti warga lainnya.

Dan mengapa kami mempersoalkan masalah Ini? Karena kami tidak ingin terjadi masalah di kemudian hari. Kami tidak ingin terus(r dari tempat yang kami diaml puluhan tahun hanya gara-gara tidak jelas status tanah yang kita tempati ini Dan kami minta perhatian Bapak Mendagri Gamawan Fauzi, karena keberadaan warga Depdagri di kawasan ini adalah berkat kebaikan hati dart Mendagri terdahulu, yakni Bapak Rudini (Almarhum).

Harapan kami. Bapak Mendagri Gamawan Fauzi ikut membantu memperjuangkan status tanah yang kita tempati sekarang. Sedangkan kami Juga minta perhatian Bapak Bupati Bogor. Karena lokasi tanah yang kami tempati berada di wilayah Kabupalen Bogor. Kami sangat yakin, dengan bantuan Bapak Mendagri Gamaiuan Fauzi dan Bapak Bupati Bogor, maka permasalahan yang kami hadapi akan dapat terselesaikan.

Selebihnya kamijuga berharap. Karena warga komplek perumahan Korpri Depdagri Pura Bojonggede telah berkembang sedemikian rupa. Maka kami mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan Juga Departemen Dalam Negeri agar memperjuangkan terjadinya pemekaran desa. Dari pengamatan kami, pemekaran Hu sangat mungkin dilakukan. Sebab segala sarana dan prasarana (elah mencukupi.

Namun begitu, tetap saja kebijakan selanjutnya kita serahkan kepada Bapak Menteri Dalam Negeri maupun Bapak Bupati Bogor. Dan kepada Harian Pelita yang telah memuat surat pembaca tni, kami ucapkan banyak terima kasih. Semoga Pelita tetap Jaya dan berkibar selamanya. Sekali lagi terima kasih 1

Sunarto, SH, MSi
Sekretaris Ikatan Keluarga Departemen Dalam Negeri

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: