My Kampung Pura Bojonggede, Bogor

dedicated to our village

Siswa-siswi SMK Bawa Bibit Pohon

KESADARAN akan lingkungan hijau atau Go Green sangat terasa sekali ketika sejumlah siswa SMK, sekolah kejuruan baru berdiri yang terletak di pintu masuk My Kampung Pura Bojonggede, terlihat membawa bibit pohon, Sabtu (17/7) pagi.
Para siswa-siswi membawa bibit pohon antara lain jambu klutuk, bambu kuning, dan lainnya. Mereka membawa bibit pohon itu dengan berkendara motor. Para siswa ada yang dibonceng orangtuanya sambil memegang bibit pohon menuju sekolah dan ada pula yang membawanya bersama teman-temannya, berboncengan. Ini tampak jelas di saat mereka berada di pintu gerbang sekolah. Waktu itu jam masih menunjukkan pukul 06.27.
Kisah penanaman bibit pohon siswa-siswi SMK itu jelas akan jadi momentum paling bersejarah untuk perkembangan sekolah kejuruan tersebut, termasuk My Kampung Pura Bojonggede yang berada di samping sekolah tersebut. Setidaknya kalangan muda usia kelak akan lebih concern terhadap lingkungan sekitarnya yang asri. Semoga!
Tunggu penumpang
Sementara itu, di sudut kanan pinggir Jalan Bundaran, saat kita memasuki My Kampung Pura Bojonggede, angkot 117 masih menanti para penumpang warga Pura Bojonggede. Maklum masih pagi. Tapi jika bel pukul 09.00 berbunyi, angkot 117 warna biru itu lenyap alias dilarang menarik penumpangnya dari Jalan Bundaran. Para sopir angkot itu akan menunggu penumpang di pintu masuk My Kampung Pura Bojonggede di dekat Perumahan Bilabong atau di Jalan Raya Tonjong.
Batas dateline pukul 09.00 bagi angkot 117 warna biru itu, menurut ceritanya, karena sebelumnya tukang ojek di Jalan Bundaran protes. Angkot 117 itu semula bebas mencari penumpang di sana. Karena warga ingin angkutan murah. Namun sang pengojek merasa dirugikan karena ulah para sopir angkot tersebut. Para tukang ojek protes, lalu terjadilah kesepakatan hanya diizinkan sampai pukul 09.00. Sedangkan untuk siang hari, baru diizinkan “nongol” lagi mulai pukul 15.00 “teng” sampai malam. Oh, yah, tarif angkot tersebut dari Bundaran hingga Stasiun Bojonggede sebesar Rp 3.000 per penumpang. Sedangkan ojek dari Bundaran ke stasiun tersebut bisa Rp 10.000.
Yang menarik dari para sopir angkot 117 adalah ketika mereka harus menunggu untuk mengangkut penumpang pada pagi hari. Bayangkan saja, pada malam hari mulai sekitar pukul 22.30, puluhan angkot berbaris atau antre menunggu penumpang untuk pagi hari. Jadi, angkot tersebut bermalam di Jalan Bundaran sejak malam hingga pagi hari. Kabarnya, para sopir angkot dimintai “uang jago” atas penitipan sementara angkot tersebut.
Secara umum angkot 117 itu mengangkut penumpang menuju Stasiun Bojonggede. Warga My Kampung Pura Bojonggede kebanyakan lebih “enjoy” menuju kantor atau tujuan kepergiannya dengan KRL (Kereta Rel Listrik). Kebanyakan warga ada yang memiliki kendaraan roda empat atau roda dua. Biasanya yang memiliki kendaraan roda dua lebih memilih menitipkan sepeda motornya di sekitar dekat Stasiun Bojonggede yang tarifnya sekitar Rp 2.000 sehari.
Gempita pasar
Selain angkot jadi andalan warga untuk bepergian atau menuju stasiun, salah satu pasar di sisi kanan Jalan Bundaran, tak jauh dari Masjid Al Mutaqin,  juga menjadi tempat andalan warga. Pada Sabtu (17/7) misalnya, warga yang libur ke kantor ikut menemani para ibu untuk berbelanja. Satu keluarga biasanya membawa mobil atau motor untuk berbelanja sayur atau makanan mentah. Mereka juga mengikut sertakan anak-anak. Jadi, di pasar tersebut tumpah ruah keluarga-keluarga warga My Kampung Pura Bojonggede.
Biasanya anak-anak mencari mainan yang dijual di depan pasar tersebut. Sang ayah menemani anaknya dan sang ibu berbelanja sayur-mayur untuk digoreng guna keperluan santap siang atau malam. Nah, bisanya, usai sang ayah menemani anaknya mencari mainan, mereka lalu mencari makanan yang saat itu juga bisa dikunyah alias sebagai sarapan pagi. Di sana ada bubur ayam, bubur sumsun, nasi uduk, lontong sayur, dan sejenisnya termasuk pisang goreng.
Itulah sekilas aktivitas warga My Kampung Pura Bojonggede pada Sabtu (17/7). Oh, yah, satu lagi warga My Kampung Pura Bojonggede di Blok D, dikabarkan saat Subuh telah dipanggil keharibaan Tuhan YME. Semoga arwahnya diterima di sisi-Nya dan bagi keluarga yang ditinggalkan dapat tabah menerima cobaan-Nya. Amin.

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: